NEWS UPDATE :  

Berita

Penguatan Pendidikan Karakter

Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah Program pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan dukungan partisipasi publik,
kerja sama antar warga sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Pentingnya Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) adalah
1. Pembangunan SDM merupakan pondasi pembanguna bangsa.
2. Keterampilan abad 21 yang dibutuhkan siswa antara lain Kualitas Karakter, Literasi Dasar, dan Kompetensi 4C, guna mewujudkan keunggulan bersaing Generasi Emas 2045.
3. Kecenderungan kondisi degradasi moralitas, etika, dan budi pekerti.
Tujuan Program Penguatan Pendidikan Karakter adalah menanamkan nilai-nilai pembentukan karakter bangsa ke peserta didik secara masif dan efektif melalui lembaga pendidikan dengan prioritas nilai-nilai tertentu yang akan menjadi fokus pembelajaran, pemahaman, pengertian, dan praktik, sehingga pendidikan karakter sungguh dapat mengubah perilaku, cara berpikir, dan cara bertindak seluruh bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan berintegritas.
Salah satu Tujuan Kurikulum 2013 adalah PPK (Penguatan Pendidikan Karakter). Karakter perlu dibentuk sejak dini, dimulai dari rumah, sekolah hingga ke masyarakat.

Pendidikan karakter di rumah bisa dimulai dari membiasakan anak shalat subuh, berpamitan dengan meminta ridha orang tua; mencium tangan dan mengucapkan salam. 
Di pintu gerbang sekolah, guru membiasakan diri menyambut peserta didik dengan menyapa dan senyuman. Setelah masuk ke dalam kelas, sebelum belajar biasanya guru mengajak seluruh siswa untuk berdoa terlebih dahulu. Hal ini menanamkan karakter religius pada anak agar anak terbiasa berdoa sebelum melakukan kegiatan.
Guru haruslah menjadi contoh bagi peserta didik dengan menerapkan pola Peduli lingkungan; LISA. Dengan demikian peserta didik secara suka rela akan selalu memperhatikan lingkungannya agar selalu bersih, asri, indah dan nyaman.
Pada saat pembelajaran berlangsung, siswa biasanya akan diberikan tugas untuk dikerjakan. Tentunya, jika itu adalah tugas mandiri maka siswa tidak diperbolehkan untuk mengerjakan bersama-sama. Hal ini merupakan bentuk latihan bagi anak agar memiliki karakter bertanggung jawab pada tugasnya sendiri.
Ketika sekolah usai, biasanya siswa akan melaksakan jadwal piket sesuai kelompok yang telah disepakati bersama. Ada yang menyapu, ada yang mengepel, ada yang merapikan kursi dan meja, ada yang menghapus papan tulis dan sebagainya. 
Hal ini merupakan tanggung jawab kelompok sehingga mereka membagi pekerjaan yang tidak mungkin diselesaikan oleh satu orang saja dalam waktu singkat. Pembagian tugas piket mengajarkan siswa untuk bekerja sama dan bergotong royong sehingga dalam dirinya akan tertanam karakter untuk senantiasa bergotong royong.

Pembiasaan yang baik tentu akan membuahkan kebiasaan yang baik pada diri siswa sehingga diharapkan siswa dapat menerapkan pendidikan karakter yang diterimanya dalam kehidupannya.

Kirim Pesan